Bagaimana Cara Menghilangkan Tato?
19.38 Diposting oleh Smart Women
Jika ingin memiliki sebuah tato, maka pikirkanlah dengan matang bahwa Anda memang benar-benar ingin memilikinya. Karena sampai saat ini belum ada teknik untuk menghilangkan tato yang benar-benar aman bagi kulit.
Menurut survei yang terdapat dalam Journal of the American Academy of Dermatology terdapat 24 persen orang berusia 18 sampai 50 tahun yang memiliki tato dan 17 persen diantaranya ingin menghilangkan tato tersebut dari tubuhnya.
ato bersifat permanen yang melekat di tubuh, peluang keberhasilan untuk menghapus tato tergantung dari warna kulit, zat yang digunakan untuk membuat tato dan ukurannya.
Berikut adalah teknik-teknik yang bisa digunakan untuk menghilangkan tato, seperti dikutip dari Health, Rabu (25/11/2009):
1. Teknik Pembedahan. Jika melakukan pembedahan umumnya meninggalkan bekas luka. Kulit sekitar tato akan dihilangkan dan kulit sekitarnya akan dijahit kembali, sehingga menimbulkan luka jahitan di tubuh.
2. Teknik dermabrasi atau mengamplas lapisan kulit. Salah satu bagian dari dermabrasi adalah salabrasi, yaitu dengan menggosokkan larutan garam di kulit dengan sedikit pemanasan. Cara ini bisa menghilangkan tato tapi bekas lukanya cenderung tertinggal di kulit.
3. Teknik scarification. Teknik ini menggunakan suatu bahan kimia untuk menghilangkan lapisan kulit bagian atas, biasanya larutan yang digunakan adalah larutan asam dan menimbulkan bekas.
4. Cryosurgery atau cryotherapy. Prosedur ini dengan cara membakar kulit bertato dan mendinginkannya dengan nitrogen cair, cara ini umumnya digunakan untuk menghilangkan kutil atau luka pada kulit tubuh.
5. Teknik laser. Teknik ini paling sering digunakan dalam beberapa tahun terakhir. Menggunakan kontras sinar cahaya antara warna kulit dan tinta, secara terus menerus sinar tersebut akan memecah partikel tinta dan partikel yang kecil akan terserap ke tubuh.
“Sampai saat ini teknik penghapusan tato dengan menggunakan laser merupakan cara yang paling baik dibandingkan dengan metode lainnya,” ujar Paul Jarrod Frank, MD, direktur dari Dermatology Surgery and Laser Center di New York.
Meskipun saat ini banyak dijual berbagai macam krim yang mengklaim bisa menghapus dan memudarkan tato, tapi badan pengawas obat dan makanan Amerika tidak menyarankan masyarakat untuk menggunakannya. “Bahan kimia yang terkandung di dalam krim tersebut sangat aktif, sehingga bisa menyebabkan iritasi dan mengikis kulit,” ujar Frank.
Berbagai metode untuk menghilangkan tato sangat rentan memicu alergi atau iritasi di kulit serta meninggalkan bekas luka, terutama pada orang yang memiliki sensitifitas sangat tinggi. Untuk itu sebaiknya pikirkan dengan matang apakah Anda memang benar-benar menginginkan tato atau tidak, agar tidak menyesal nantinya.
Sumber:sekarangsaja
Hal-hal di Sekitar Rumah yang Berbahaya bagi Si Kecil
19.33 Diposting oleh Smart Women
Manusia sangat ringkih. Meski Anda sudah berusaha sekuat tenaga untuk melindungi si kecil, nyatanya masih ada saja yang bisa membuat si kecil terluka. Tetapi tak pernah ada salahnya untuk berusaha sebaik mungkin untuk melindunginya. Berikut adalah beberapa tips untuk memperhatikan apakah hal-hal berikut ini sudah aman untuk si kecil.
1. Lantai
Anda mungkin merasa lantai tempatnya merangkak sudah aman dan bersih. Namun Anda tak akan pernah tahu hingga benar-benar melihat lantai dari cara pandangnya.
Karenanya, sesekali cobalah merangkak dan berlaku seperti si kecil. Susan Baril, salah satu pendiri perusahaan penyedia layanan untuk pengamanan anak-anak, Safe Beginnings, mengatakan bahwa Anda tak bisa 100 persen yakin sudah membersihkan rumah. Dengan merangkak seperti si kecil, Anda bisa melihat dan menemukan barang-barang yang bisa jadi berbahaya untuk si kecil. Misal, klip kertas yang menyempil di bawah lemari, tali tirai yang menggelayut, serpihan kayu yang bisa menusuk kulit, kabel listrik yang terkelupas, atau bagian jahitan karpet yang tajam.
2. Pagar pengaman
Saat ini sudah ada beberapa alat pengaman untuk anak dipasang pada kedua ujung tangga. Seharusnya pagar pengaman semacam ini mampu menghadang si bayi yang merangkak supaya tidak bermain di area anak tangga. Sayangnya, ada beberapa model pagar pengaman yang tidak mampu menahan si kecil, apalagi jika si kecil adalah tipe pendobrak. Disarankan untuk menggunakan pagar yang dipasangkan pada dinding.
3. Daerah teras
Ada sebagian rumah yang mengoptimalkan area kecil di depan rumahnya untuk sebagai area taman, kolam, atau area tanam yang diberikan bebatuan. Jika suatu waktu si kecil berhasil keluar dari pintu, wilayah tersebut bisa jadi lokasi yang rawan untuknya. Akan lebih baik jika di bagian teras dibuatkan pagar untuk mencegahnya berlari ke arah bebatuan atau tanaman.
4. Televisi
Menurut lembaga Center of Injury Research and Policy di Amerika, lebih dari 15.000 anak terluka akibat kejatuhan furnitur di rumahnya. Kebanyakan kecelakaan ini adalah akibat kejatuhan televisi. Apalagi saat ini sedang tren televisi layar datar yang tipis, sehingga dengan amat mudah bisa terjatuh jika ditarik anak-anak. Anda tak pernah tahu kapan bisa terjadi kecelakaan, karena itu ada baiknya pastikan bahwa set televisi dan perangkatnya berada dalam posisi aman dan tidak mudah terjangkau si kecil.
5. Si Meong
Si kucing yang berkeliaran di rumah tidak terlalu mau tahu apa yang ia injak. Jika si kecil tidur di lantai beralaskan selimut atau di atas tempat tidur yang bisa dinaiki si kucing, si kecil bisa tak sengaja terinjak si kucing. Umumnya, kucing menyukai tempat yang hangat. Sementara tubuh si kecil cukup hangat, bisa jadi si kucing tidur sambil menempelkan tubuhnya pada tubuh si kecil. Akan berbahaya jika bulu si kucing terhirup si kecil atau kotoran pada kaki si kucing berpindah kepada si kecil.
6. Anda
Anak-anak senang mengikuti orangtuanya. Maka dari itu, jangan sampai si kecil melihat Anda membuka pintu gerbang, karena ia bisa belajar cara membukanya. Jika ia melihat Anda melompati pagar, mereka bisa mencoba untuk melakukan hal yang sama. Terlebih lagi, sebuah rumah yang sudah terlindungi dan diberikan pengaman di setiap sudutnya bukanlah baby-sitter (pengasuh). Pengawasan total dan terus-menerus adalah cara terbaik untuk mencegah terjadinya kecelakaan pada anak.
Sumber: sekarangsaja
Anak Berkarier Sebagai Model, Baikkah?
19.28 Diposting oleh Smart Women
Menurut laporan Wall Street Journal, saat ini semakin banyak anak-anak yang berkarier ke dunia modeling. Jika Anda perhatikan, semakin banyak orangtua yang berlomba-lomba membuat anaknya terkenal lewat media televisi atau modeling. Tak heran, saat ini makin berjamur sekolah atau kursus-kursus modeling untuk anak. Tetapi, apakah hal ini baik untuk si kecil?
Namun, semakin banyaknya anak yang terjun ke dunia modeling, makin ketat pula dunia persaingan mereka. Tak ayal, ini pun banyak membuat anak-anak mengalami penolakan sejak usia dini. Meski anak-anak terbiasa mengalami penolakan dalam hal-hal yang umum, seperti tidak diajak bermain saat permainan berkelompok, atau ketika ibu guru tidak memilihnya untuk unjuk bakat di depan kelas, namun ketika penolakan itu terjadi berdasarkan penilaian penampilan, masalahnya menjadi lebih rumit.
Psikolog saraf dan klinis, Syd Brown, PhD, dari Bethesda, MD, AS, mengatakan, “Anak-anak yang masih kecil tak begitu memahami konsep sebenarnya yang terjadi di balik aktivitas mereka saat berupaya menjadi model. Mereka tak paham, bahwa jika bentuk tubuh mereka tumbuh di luar keinginan dunia modeling, besar kemungkinan mereka tak lagi mendapatkan kesempatan berkarya.”
Masing-masing orangtua memiliki motivasi berbeda dalam hal ini. Ada yang memang ingin anaknya berprestasi dan terkenal, sekaligus memiliki pengalaman yang banyak. Tak sedikit yang ingin mereguk keuntungan lewat potensi si kecil. Sebagian orangtua lainnya menganggap bahwa usia 18 tahun adalah usia yang sepantasnya ketika anak yang hobi berdandan ingin mulai tampil di muka umum. Sementara lainnya mengatakan, jika memang bertujuan untuk mengajarkan si kecil mengenai dunia seni, lebih baik memasukkannya ke kursus sandiwara atau tari.
Bagaimana menurut Anda? Apakah memberikan pengalaman ditolak dalam pekerjaan berdasarkan penampilan adalah cara terbaik untuk anak-anak belajar menghadapi penolakan? Apakah Anda memiliki anak yang berprofesi sebagai model?
Sumber: sekarangsaja
Agar Kosmetika Tak Cepat Rusak
19.26 Diposting oleh Smart Women
SEPERTI makanan, makeup atau kosmetika memiliki masa kedaluwarsa. Untuk bisa dimanfaatkan secara maksimal, makeup perlu dijaga dan Anda harus tahu kapan waktunya untuk mengucapkan selamat tinggal padanya. Berikut saran dari Maria Verel, penata rias yang sering menangani selebiritis Hollywood papan atas, seperti Diane Sawyer, Nora Ephron, bahkan Hillary Clinton.
Perhatikan tempat penyimpanannya
Sebaiknya simpan makeup di tempat yang kering dan sejuk. Jangan pernah menyimpan kosmetika di rak dalam kamar mandi yang lembab.
Umumnya, untuk mempertahankan bentuk dan kekentalan/kepadatannya, makeup diperkaya dengan zat tertentu, karenanya, jika terkena udara lembap atau panas, zat tersebut bisa meleleh. Jangan pula membawa makeup dalam tas yang Anda tahu akan berada dalam suhu panas, misal ditinggal dalam mobil atau dibawa ke pantai. Jika zat tersebut sempat meleleh, ia bisa kehilangan konsistensinya, termasuk fungsinya.
Jaga kebersihannya
Bahkan alat rias termahal pun bisa rusak jika dalam keadaan kotor. Idealnya, kuas sintetis dibersihkan setiap dua hari sekali. Cara yang dilakukan Verel adalah membersihkannya dengan cairan penghapus makeup mata atau dicuci dengan sabun pencuci wajah. Jika Anda sering menggunakan satu kuas yang sama untuk warna berbeda, amat disarankan untuk mencucinya sebelum digunakan lagi, karena bisa memunculkan warna yang tak diinginkan jika warna sebelumnya masih menempel. Sementara, jika Anda memiliki kuas dengan bulu alami, Anda cukup mencucinya sekali sebulan, tentu disesuaikan pula dengan tingkat intensitas pemakaiannya. Untuk membersihkannya, bisa menggunakan shampo khusus bayi, lalu dibilas dengan air hangat yang mengalir, kemudian celupkan ke dalam larutan alkohol dan air. Lap dengan kain/handuk bersih, dan biarkan mengering alami.
Pertahankan
Untuk alat-alat makeup tertentu, seperti serutan untuk lipstik pensil atau pensil mata, akan lebih tahan lama jika yang diserut dalam keadaan cukup keras dan tidak lembek. Maka, ketika Anda sudah mulai melihat pensil alis atau lipstik pensil lembek, coba masukkan ke dalam lemari pendingin selama setengah jam sebelum diserut.
Ucapkan selamat tinggal
Cara termudah untuk mengetahui apakah produk masih baik atau tidak adalah dengan mencoba membauinya. Jika mulai tercium bau yang asing, entah itu pada lipstik atau produk krim, sebaiknya segera dibuang. Begitupun dengan pewarna kuku yang berbau tajam, atau foundation yang tidak mengental meski sudah dikocok. Agar terhindar dari masalah di sekitar mata, disarankan untuk selalu membuang maskara setelah 3 bulan sejak pertama kali dibuka.
Sumber:sekarangsaja
Makeup yang Camera-Friendly
19.23 Diposting oleh Smart Women
YANG dimaksud dengan terlihat cantik di foto sebenarnya adalah wajah yang mampu menonjolkan struktur tulang. Wajah yang lebih bersiku secara alami akan terlihat lebih fotogenik karena tulang pipi yang tinggi dan rahang yang bersudut membuat wajah terlihat lebih tiga dimensi dalam foto. Untungnya, tak peduli bagaimana bentuk wajah Anda, Anda bisa mengakali dagu bertumpuk, tone kulit yang tidak seimbang, atau kantong mata, dengan mengaplikasikan makeup yang tepat. Ini yang perlu Anda lakukan:
1. Pilih matte foundation untuk menciptakan kulit yang sempurna. Wajah yang lembap dan eye shadow yang mengilap memang terlihat menawan dalam cahaya yang natural, namun seringkali membuat rona wajah tidak terlihat seimbang di bawah lampu kamera yang tajam.
2. Sapukan bronzer di sepanjang garis rahang Anda untuk menonjolkan dagu dan struktur tulang yang alami. Dengan demikian, dagu tak terlihat bertumpuk lagi.
3. Berikan highlight pada tulang pipi dengan blush on untuk menciptakan ilusi sudut-sudut dan kesan sedikit cekung pada pipi.
4. Gunakan makeup mata yang gelap untuk menyembunyikan kelopak mata, sehingga membuat mata terlihat lebih besar. Ciptakan kedalaman dengan memberi batas pada mata dengan eyeliner warna coklat tua atau hitam. Tambahkan juga maskara untuk membuat kedua mata makin menonjol.
5. Tuntaskan penampilan Anda dengan lipstik merah untuk membuat senyum Anda makin berkilau.
Sumber:sekarangsaja
Cintailah Aku Apa Adanya
21.13 Diposting oleh Smart Women
Suami saya adalah seorang insinyur, saya mencintai sifatnya yang alami dan Saya menyukai perasaan hangat yang muncul dihati saya ketika saya bersandar di bahunya yang bidang.
Tiga tahun dalam masa perkenalan, dan dua tahun dalam masa pernikahan,saya harus akui, bahwa saya mulai merasa lelah, alasan-alasan saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan. Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-benar sensitif sertaberperasaan halus. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan permen. Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan.
Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. Rasa sensitif-nya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal.
Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya, bahwa saya menginginkan perceraian.
“Mengapa?”, dia bertanya dengan terkejut. “Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan”. Dia terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak.
Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya? Dan akhirnya dia bertanya, “Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah pikiranmu?”.
Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan, “Saya punya pertanyaan, jika kau dapat menemukan jawabannya di dalam hati saya, saya akan merubah pikiran saya: Seandainya, saya menyukai setangkai bunga indah yang ada di tebing gunung dan kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati.
Apakah kamu akan melakukannya untuk saya?” Dia termenung dan akhirnya berkata, “Saya akan memberikan jawabannya besok.”. Hati saya langsung gundah mendengar responnya.
Keesokan paginya, dia tidak ada di rumah, dan saya menemukan selembar kertas dengan oret-oretan tangannya dibawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang bertuliskan … “Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya.” Kalimat pertama ini menghancurkan hati saya. Saya melanjutkan untuk membacanya.
“Kamu bisa mengetik di komputer dan selalu mengacaukan program di PC-nya dan akhirnya menangis di depan monitor, saya harus memberikan jari-2 saya supaya bisa membantumu dan memperbaiki programnya. Kamu selalu lupa membawa kunci rumah ketika kamu keluar rumah, dan saya harus memberikan kaki saya supaya bisa mendobrak pintu, dan membukakan pintu untukmu ketika pulang. Kamu suka jalan-jalan ke luar kota tetapi selalu nyasar di tempat-tempat baru yang kamu kunjungi, saya harus menunggu di rumah agar bisa memberikan mata saya untuk mengarahkanmu. Kamu selalu pegal-pegal pada waktu “teman baikmu” datang setiap bulannya, dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kakimu yang pegal. Kamu senang diam di rumah, dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi “aneh”.
Dan harus membelikan sesuatu yang dapat menghiburmu di rumah atau meminjamkan lidahku untuk menceritakan hal-hal lucu yang aku alami. Kamu selalu menatap komputermu, membaca buku dan itu tidak baik untuk kesehatan matamu, saya harus menjaga mata saya agar ketika kita tua nanti, saya masih dapat menolong mengguntingkan kukumu dan mencabuti ubanmu. Tanganku akan memegang tanganmu, membimbingmu menelusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-warna bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajahmu.
“Tetapi sayangku, saya tidak akan mengambil bunga itu untuk mati. Karena, saya tidak sanggup melihat air matamu mengalir menangisi kematianku. Sayangku, saya tahu, ada banyak orang yang bisa mencintaimu lebih dari saya mencintaimu. Untuk itu sayang, jika semua yang telah diberikan tanganku, kakiku, mataku, tidak cukup bagimu. Aku tidak bisa menahan dirimu mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakanmu.”
Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur, tetapi saya tetap berusaha untuk membacanya.
“Dan sekarang, sayangku, kamu telah selasai membaca jawaban saya. Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkanku untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang sedang berdiri disana menunggu jawabanmu. Jika kamu tidak puas, sayangku, biarkan aku masuk untuk membereskan barang-barangku, dan aku tidak akan mempersulit hidupmu. Percayalah, bahagiaku bila kau bahagia.”
Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaanku.
Oh, kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih dari dia mencintaiku.
Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang dari hati kita karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.
Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan kita, dan bukan mengharapkan wujud tertentu.
Sumber:ekspresi-diri
Sejarah Migrasi Orang Jawa di Suriname
21.08 Diposting oleh Smart Women
Sejarah Migrasi Orang Jawa di Suriname ; Rangkaian kegiatan bertajuk "Javasranang" akan digelar di Karta Pustaka Yogyakarta pada 12-18 April 2010 untuk memperingati 120 tahun migrasi orang Jawa Suriname. orang Jawa di Suriname tersebut dipekerjakan sebagai kuli kontrak perkebunan pemerintah Belanda.
Perempuan Jawa yang masih ingusan ini ditulis bernama Bok Djojopawiro dari Desa Kretek, Bantoel, Djocja. Ibunya bernama Waginah. Ia diberangkatkan dari Semarang ke Suriname 1 Maret 1920, dan tragisnya setahun kemudian mati di Suriname, 13 Juli 1921.
Peristiwa itu menjadi menarik karena sama sekali tidak pernah menjadi catatan penting bagi orang Jawa di Indonesia."Kegiatan `Javasranang` bertema orang Jawa Indonesia-Suriname dalam sebuah refleksi budaya kontemporer tersebut, diselenggarakan untuk mempromosikan peringatan 120 tahun migrasi orang Jawa ke Suriname
Sejarah Orang Jawa di Suriname
Sejarah kolonial dan migrasi tenaga kerja telah menghasilkan komunitas yang unik jauh dari pantai Indonesia ..... Mungkin beberapa orang di Indonesia tahu bahwa ada komunitas besar orang-orang keturunan Indonesia yang tinggal di utara benua Amerika Selatan. Lebih dari 70.000 'Jawa' hidup di Suriname, sebuah bekas koloni Belanda dan bersemangat negara multikultural terletak di utara Brasil di pantai Karibia.
Walaupun mereka telah di sana selama beberapa generasi, banyak dari mereka masih mengidentifikasi Jawa, walaupun sangat sedikit yang pernah mengunjungi pulau Jawa atau memelihara hubungan keluarga di sana. Tetapi mereka berbicara creolised versi bahasa Jawa, nama Jawa muncul pada semua tingkat masyarakat dan unsur-unsur budaya Jawa (seperti masakan) telah mempengaruhi bangsa ini budaya Karibia.
Sebuah sejarah kolonial Kenapa puluhan ribu orang dari keturunan Jawa tinggal di Suriname? Ini semua harus dilakukan dengan penghapusan perbudakan dan pentingnya sistem perkebunan di koloni ini. Pada 1863, pemerintah Belanda membebaskan lebih dari 33.000 budak di Suriname. Dalam dampak penghapusan ini, pihak berwenang mengikuti koloni Karibia lain dengan mengimpor pekerja diwajibkan dari British India untuk memasok perkebunan dengan buruh murah dan patuh. Lima tahun kontrak rinci hak-hak dan tugas dari indentureds. Penting bagi sistem buruh kontrak yang disebut sanksi pidana, yang memberikan hak majikan untuk menekan tuntutan pidana terhadap indentureds yang melanggar kontrak kerja mereka. Antara 1873 dan 1916 lebih dari 34.000 orang Indian Inggris datang ke Suriname.
Namun, keraguan muncul pada sumber tenaga kerja kontrak ini. Masalah utama adalah bahwa imigran India Inggris tetap warga negara asing, dan karena itu cukup proporsi penduduk suriname akan segera Inggris. Selain itu, mata pelajaran ini bisa naik banding terhadap keputusan tertinggi otoritas Belanda dan meminta bantuan dari Konsul Inggris, yang tidak akan meningkatkan kepatuhan dari tenaga kerja. Kekhawatiran tambahan adalah ketergantungan pada negara asing untuk tenaga kerja dan gerakan nasionalis yang berkembang di India, yang galak menyerang sistem kontrak migrasi. Bahkan, di India sistem ini dihapus pada 1916. Beralih ke Jawa dianggap sebagai alternatif sumber tenaga kerja.
Upaya awal untuk mengimpor orang dari Jawa datang ke sia-sia karena pemerintah Belanda tidak mengizinkan migrasi dari Jawa ketika ada ada kemungkinan untuk memperoleh tenaga kerja di India. Namun gerakan untuk merekrut Jawa mendapatkan kekuatan di tahun 1880-an akibat perubahan iklim politik di India. Keuntungan lain adalah bahwa Belanda sendiri akan mengendalikan proses rekrutmen dan imigrasi dan tidak akan bersaing dengan merekrut negara-negara lain, seperti yang terjadi di India.
Tradisi budaya jawa telah terbukti menjadi kuat, walaupun perubahan dan penyesuaian di Suriname, misalnya dalam bahasa, tidak terhindarkan menteri kolonial Belanda keberatan untuk emigrasi dari Jawa hingga akhir 1887 oleh berargumen bahwa rakyat Jawa tidak cenderung untuk bermigrasi ke jauh-jauh dan tidak dikenal Suriname. Setelah melobi berat dari Suriname pekebun dan pejabat, pemerintah akhirnya memutuskan untuk membiarkan percobaan pertama dengan kontrak seratus Jawa migran pada tahun 1890.
Meskipun keraguan tentang kekuatan fisik pekerja baru, migrasi ke Jawa suriname sekarang berwenang. Secara total, hampir 33.000 Jawa bermigrasi ke Suriname pada periode 1890-1939. Jawa Tengah dan daerah dekat Batavia (Jakarta), Surabaya dan Semarang merupakan daerah perekrutan utama. Hanya 20 hingga 25 persen dari migran Jawa kembali ke negara asal mereka sebelum Perang Dunia II. Sebagian besar imigran menetap di Suriname. Migran ditugaskan untuk perkebunan. Menurut kontrak, perkebunan harus menyediakan perumahan gratis bagi buruh. Namun, kualitas perumahan sering di bawah standar.
Para pejabat India Timur Belanda H. van Vleuten, yang mengunjungi Suriname pada tahun 1909 untuk menyelidiki hidup dan kondisi kerja orang Jawa, melaporkan bahwa kehidupan rumah tangga dari imigran Jawa menampakkan diri kepadanya sebagai 'agak menyedihkan'. Sebagian besar kamar 'memberi kesan kemiskinan besar penduduk mereka. " Kontrak kerja tetap upah laki-laki dan perempuan, tetapi kebanyakan indentureds menunjukkan bahwa mereka tidak mendapatkan upah yang terdaftar. Van Vleuten menyimpulkan bahwa "upah rata-rata yang diterima oleh pekerja kontrak jauh di bawah minimum." Dia berargumen bahwa penghasilan itu terlalu rendah untuk mencari nafkah di sebuah koloni semahal Suriname.
Selain masalah materi ini, orang Jawa juga harus menghadapi penyesuaian untuk hidup baru, diet, dan bekerja rezim dalam lingkungan yang sering bermusuhan. Tidak mengherankan, kerinduan melanda banyak migran. Keinginan untuk kembali ke Jawa menjabat sebagai bentuk pelarian. Ini pelarian dan teknik lainnya, seperti pura-pura penyakit, tersembunyi menjabat sebagai bentuk protes terhadap sistem surat perjanjian rangkap dua. Kontinuitas budaya Tradisi budaya Jawa telah terbukti menjadi kuat, walaupun perubahan dan penyesuaian di Suriname, misalnya dalam bahasa, tidak terhindarkan. Namun generasi kedua dan kemudian masih mengidentifikasi dengan negara asal mereka. Para pemerintah Suriname juga secara aktif mempromosikan kelangsungan hidup budaya Jawa di masa sebelum Perang Dunia II. Pada tahun 1930, gubernur memulai sebuah 'Indianisation' proyek untuk mengisi koloni dengan petani Jawa, yang akan menetap dalam gaya Jawa-desa (desa) lengkap dengan agama mereka sendiri dan kepemimpinan sipil.
Program ini dipotong oleh perang. Setelah perang, lanskap politik berubah diperbolehkan untuk pembentukan partai-partai politik di Suriname. Kedua partai-partai Jawa, seperti semua pihak lain, berdasarkan etnisitas daripada ideologi. Sana ada persaingan yang kuat antara para pemimpin mereka, Iding Soemita dan Salikin Hardjo. Yang terakhir ini tidak terlalu berhasil dalam pemilihan umum pertama pada tahun 1949 dan kemudian berkonsentrasi pada mendorong kembali ke Jawa oleh kelompok memilih orang terampil. Pada tahun 1954, seribu Jawa berlayar bagi Indonesia, untuk memulai sebuah koperasi pertanian di Tongar di Sumatera Barat. Eksodus kedua terjadi di tahun 1970-an, ketika sekitar 20.000 orang Jawa berangkat ke Belanda pada malam kemerdekaan Suriname pada tahun 1975.
Politik, pentingnya kelompok penduduk Jawa tidak bisa dibantah politik, pentingnya kelompok penduduk Jawa tidak bisa dibantah. Sering orang Jawa terus keseimbangan antara yang lebih besar dan lebih kuat Afro-Suriname dan Hindustan (mantan British Indian) kelompok. Saat ini, Paulus Slamet Somohardjo adalah pertama-pernah Jawa Ketua Majelis Nasional. Pembangunan sosio-ekonomi mereka lebih lambat, tetapi sejak tahun 1960-an orang Jawa telah mengejar kelompok populasi lain, meskipun tingkat urbanisasi masih lebih rendah dibandingkan dengan kelompok besar lainnya.
Menyusul runtuhnya perkebunan di paruh pertama abad kedua puluh, banyak orang Jawa yang ditemukan bekerja di industri bauksit dan sektor pertanian. Hanya dalam dekade terakhir abad terakhir melakukan kehadiran Jawa dalam bisnis, profesi dan peningkatan layanan sipil. Demografis, orang Jawa sudah lama menjadi penduduk terbesar ketiga grup, tetapi Maroon (keturunan budak yang melarikan diri) sempit melebihi mereka dalam sensus terakhir tahun 2004. Menurut angka-angka ini, para kelompok Hindustan menghitung 135.000 orang, diikuti oleh Afro-Suriname (87.500), Maroon (72.600), dan Jawa (71.900). Orang Jawa yang unik telah menambahkan elemen etnis dan budaya ke Karibia dan Amerika Latin. Namun, hal ini tidak menghasilkan banyak kepentingan penelitian di Jawa dan kebudayaan mereka. Oleh karena itu akan baik untuk memperoleh pengetahuan tentang kehidupan, budaya, dan kemajuan dari Jawa di Suriname. Hal ini tentu worth it!
Sumber:pakarbisnisonline





