BAU BADAN pada anak si kecil

02.28 Diposting oleh Smart Women

Keringat dihasilkan oleh dua kelenjar, yaitu kelenjar accrine dan kelenjar apocrine.
Kelenjar accrine memproduksi keringat bening dan tidak berbau yang dikeluarkan sejak bayi, dan biasanya muncul di tangan, punggung, serta dahi.

Sedangkan kelenjar apocrine terdapat di tempat-tempat tertentu, terutama di daerah perakaran rambut, seperti ketiak, kemaluan, dan di dalam hidung. Kelenjar apocrine bersifat aktif “setelah masa pubertas”.

Kelenjar accrine mengeluarkan cairan yang banyak mengandung air dan tidak berbau. Cairan tersebut berfungsi menurunkan kondisi tubuh pada waktu tertentu.
Sedangkan kelenjar apocrine mengandung asam lemak jenuh dengan cairan lebih kental dan berminyak.

Bau badan disebabkan karena :
> cairan keringat yang dihasilkan oleh kelenjar apocrine bercampur dengan bakteri di setiap helai rambut yang mengandung bakteri ,yang berperan dalam proses pembusukan, maka timbullah bau badan yang tak sedap.
> Kurang menjaga kebersihan badan. Kebersihan badan berawal dari pakaian yang dikenakan, secara teratur membersihkan badan atau mandi 2 kali sehari, serta menjaga makanan yang dikonsumsi.
> Faktor kegemukan (obesitas). Pada anak yang gemuk, keringat cenderung terperangkap di antara lipatan-lipatan kulit. Keringat yang tidak cepat kita bersihkan, kemudian bercampur dengan bakteri, maka bau badanpun akan muncul ditubuh anak.

> Bau badan juga dipengaruhi oleh hormone dan makanan yang dikonsumsi , khususnya makanan yang berprotein tinggi, seperti daging kambing (karena dapat melebarkan pembuluh darah), durian, bawang goreng, dan juga obat antibiotika.

> Kondisi kejiwaan anak, seperti stress dan emosi yang juga mempengaruhi kelenjar apocrine bekerja lebih efektif dan produktif, sehingga memperparah bau badan.

> Bau badan tak sedap bisa juga dipengaruhi oleh faktor genetik.

Banyak cara dilakukan untuk menyingkirkan atau menyamarkan bau badan tak sedap. Saat ini, cukup banyak produk penghilang bau badan yang dijual di pasaran, mulai dari deodoran, obat minum, dan bedak.

Cara yang paling aman dan hemat untuk menghilangkan bau badan sebenarnya mudah dan murah. Selalu membersihkan ketiak dan bagian lipatan kulit lain dengan sabun antiseptik setiap kali mandi. Setelah mandi, keringkan dengan handuk, tisu atau lap kering dan bubuhkan bedak antiseptik. Selain itu, konsumsi buah, sayur, serta minum air putih dapat menyebabkan keringat menjadi lebih encer sehingga bau badan menjadi berkurang.

dr.Dirga S.Rambe, TOA : April 2010.
Selengkapnya...

Makanan Penyebab Kentut Bau

02.24 Diposting oleh Smart Women

Banyak orang yang merasa malu jika ketahuan kentut karena masalah perkentutan seringkali dinilai dari sisi etika dan kesopanan. Padahal kentut itu sehat karena menandakan sistem pencernaan dan usus yang berfungsi normal.

Selama ini yang banyak diketahui orang, kentut dipicu dari makanan seperti kacang-kacangan, kedelai atau fast food yang merupakan jenis makanan penyebab flatulensi (perut kembung). Jika perut sudah kembung, tak berapa lama kemudian mungkin Anda akan mengeluarkan gas si kentut.

Tapi bukan makanan saja yang bisa memicu buang angin alias kentut ini. Setidaknya ada 8 faktor yang mungkin menjadi pemicunya.

Kentut itu sehat karena menandakan gerakan peristaltik usus hingga anus berjalan normal. Tapi kalau buang anginnya keseringan itu pertanda ada gangguan di perut.

Pernahkah Anda mendengar seseorang harus menjalani operasi karena tidak bisa kentut? Jadi bersyukurlah kalau masih bisa kentut.

Seperti diberitakan dari Digg, ada 8 hal yang bisa memicu seseorang sering kentut:

1. Naik pesawat.
Saat berada di lingkungan bertekanan udara rendah, gas yang terperangkap dalam tubuh akan terdorong ke luar sehingga Anda cenderung ingin kentut.

2. Gigi palsu yang dipasang tidak benar.
Jika Anda punya gigi palsu tapi pemasangannya kurang pas, maka akan banyak udara yang terjebak di sela-sela gigi. Lalu ketika menelan, udara akan ikut masuk ke dalam tubuh dan memungkinkan terjadinya kentut.

3. Anoreksia.
Ketika tidak ada makanan yang masuk ke dalam perut, lama kelamaan usus bisa mengecil. Tak hanya gas yang terperangkap di dalamnya, tapi juga bakteri. Alhasil, orang anoreksia cenderung mengeluarkan gas (kentut) yang bau.

4. Makan permen karet.
Semakin banyak mengunyah permen karet, semakin banyak pula gas yang berada di mulut. Selain itu pemanis buatan yang ada di permen karet biasanya sulit dicerna tubuh sehingga menimbulkan gas.

5. Mengisap ganja.
Sama halnya dengan mengunyah permen karet, mengisap ganja juga bisa memicu kentut karena banyak udara yang akan masuk melalui kegiatan inhalasi.

6. Minum bir.
Bir bisa memicu pengeluaran gas dari 3 faktor, yaitu air, karbonasi dan alkohol.

7. Kanker.
Punya penyakit kanker, terutama kanker perut dan usus besar biasanya bisa menyebabkan pengeluaran gas atau kentut yang terus menerus.

8. Konstipasi (Sembelit).
Meskipun terjadi penghambatan akibat konstipasi, tapi gas akan selalu mencari cara untuk keluar. Akan ada ruang kecil untuk gas keluar dari perut dan baunya akan lebih menyengat.

Anda menyalahkan pasangan atau justru menyalahkan diri sendiri saat tidak bisa menahan buang gas? Buang angin memang seringkali menimbulkan bau yang tidak sedap dan suara yang lucu. Tapi, Anda tidak perlu menyalahkan diri atau pasangan. Pasalnya, kentut merupakan hal yang alami. Apa alasannya? Berikut uraiannya untuk Anda:

Fakta di balik buang gas
Untuk memahami kentut, Anda harus melihat tubuh sebagai sebuah pabrik kecil. Saluran pencernaan bekerja sebagai sebuah unit. Begitu makanan mencapai lambung, semua nutrisi akan dipecah menjadi komponen-komponen kecil (asam amino, asam lemak dan glukosa) sebelum diserap oleh usus halus.

Saat makanan tidak diserap ke dalam dinding usus, makanan tersebut tidak bisa memasuki aliran darah. Makanan dan cairan yang sukar dicerna ini selanjutnya dikirim melalui saluran pencernaan ke usus besar sebagai limbah cair untuk diserap kembali. Gas-gas selanjutnya terbentuk dalam usus besar.

Di dalam usus besar, berbagai tipe bakteri mempunyai hubungan simbiosis dengan tubuh, pada beberapa kasus mendatangkan lebih banyak manfaat daripada bahaya. Usus besar mengandung berbagai jenis enzim-enzim pencernaan yang mengonsumsi nutrisi yang tidak diserap tersebut.

Pada kasus perut kembung, enzim-enzim asing yang dikenal dengan ‘enzim-enzim gas’ mengonsumsi nutrisi yang tidak dicerna dengan cara memecah rantai kimia makanan. Proses ini akan menghasilkan gas. Enzim-enzim tersebut membakar makanan pada tingkat molekul sehingga kentut seperti knalpot. Dan sama seperti semua pabrik-pabrik efisien lainnya, begitu ada agen yang dipecah, maka akan dihasilkan gas.

Sumber bau
Mengapa kentut beraroma tidak sedap? Makanan yang sudah terfermentasi menghasilkan berbagai jenis uap, beberapa di antaranya berbau. Kentut mengandung gas yang tidak berbau, seperti nitrogen, karbon dioksida, oksigen, dan metan. Tapi, kentut juga mengandung hidrogen sulfida, penyebab bau.

Tingkat bau yang dihasilkan bergantung pada makanan yang dikonsumsi. Vegetarian bisa kentut sesering pemakan daging. Tapi bau yang dihasilkan tidak terlalu buruk karena sayur memproduksi lebih sedikit hidrogen sulfida. Semakin banyak makanan kaya sulfur yang Anda konsumsi, kentut Anda juga semakin bau. Pasalnya, bakteri akan melepaskan sulfida dan mercaptans saat memecah nutrisi. Tapi, sayuran seperti kol bunga tetap menghasilkan gas beraroma buruk.

Penyebab perut kembung
Beberapa orang lebih sering kentut dibandingkan yang lain. Hal ini karena perbedaan faktor pemicu. Berikut beberapa faktor pemicu perut kembung dan kentut:

1. Terlalu banyak konsumsi karbohidrat
Dibandingkan lemak dan protein, karbohidrat menghasilkan lebih banyak gas. Hal ini karena kandungan gula dan tepung di dalamnya lebih mudah difermentasi.

2. Konsumsi makanan sulit dicerna
Banyak makanan sehari-hari yang masuk dalam kelompok ‘sulit dicerna’, susu merupakan salah satunya. Susu sapi tidak alami terhadap tubuh, sehingga banyak orang yang tidak mentolerir laktosa (lactose intolerant). Lactose intolerant artinya tubuh tidak tahu bagaimana mencerna susu, sehingga tubuh mengesampingkan susu sebagai sampah. Jika Anda mempunyai banyak ‘enzim gas’ dalam sistem dan tidak bisa mentolerir laktosa, susu saja bisa membuat Anda kentut.

3. Kelebihan enzim
Setiap orang mempunyai disain usus yang berbeda-beda, sehingga orang juga bereaksi dengan cara berbeda terhadap makanan yang sama. Dua individu bisa mengonsumsi makanan kaya karbohidrat sulit dicerna dan hanya satu yang mengalami perut kembung. Hal ini karena saluran pencernaannya mengandung lebih banyak enzim. Anda mungkin pernah mendengar bahwa teman Anda kentut gara-gara apel dan bawang putih, sedang Anda sendiri tidak mengalaminya.

4. Mengunyah makanan dan menelan udara
Mengunyah makanan dengan benar membantu mencegah gas karena meringankan beban saluran pencernaan. Tapi menguyah permen karet justru membuat perut kembung. Hal ini karena Anda menelan lebih banyak udara dibandingkan biasanya. Udara ini kadang-kadang bisa dikeluarkan dengan sendawa. Tapi, sering juga udara masuk terlalu dalam ke saluran pencernaan sehingga kentut merupakan satu-satunya alternatif untuk mengeluarkannya.

5. Infeksi usus
Selain beberapa sebab di atas, masalah gas juga bisa dipicu oleh beberapa bentuk infeksi usus. Mengonsumsi makanan atau minuman tercemar bisa menyebabkan tinja encer, perut kembung, kram dan kentut. Saat seseorang mengalami infeksi usus, lapisan saluran usus akan menipis dan nutrisi akan dikirim ke usus besar tanpa diserap.

sumber: www.suaramedia.com
Selengkapnya...

Bagaimana Cara Menghilangkan Tato?

19.38 Diposting oleh Smart Women

Jika ingin memiliki sebuah tato, maka pikirkanlah dengan matang bahwa Anda memang benar-benar ingin memilikinya. Karena sampai saat ini belum ada teknik untuk menghilangkan tato yang benar-benar aman bagi kulit.

Menurut survei yang terdapat dalam Journal of the American Academy of Dermatology terdapat 24 persen orang berusia 18 sampai 50 tahun yang memiliki tato dan 17 persen diantaranya ingin menghilangkan tato tersebut dari tubuhnya.

ato bersifat permanen yang melekat di tubuh, peluang keberhasilan untuk menghapus tato tergantung dari warna kulit, zat yang digunakan untuk membuat tato dan ukurannya.

Berikut adalah teknik-teknik yang bisa digunakan untuk menghilangkan tato, seperti dikutip dari Health, Rabu (25/11/2009):

1. Teknik Pembedahan. Jika melakukan pembedahan umumnya meninggalkan bekas luka. Kulit sekitar tato akan dihilangkan dan kulit sekitarnya akan dijahit kembali, sehingga menimbulkan luka jahitan di tubuh.

2. Teknik dermabrasi atau mengamplas lapisan kulit. Salah satu bagian dari dermabrasi adalah salabrasi, yaitu dengan menggosokkan larutan garam di kulit dengan sedikit pemanasan. Cara ini bisa menghilangkan tato tapi bekas lukanya cenderung tertinggal di kulit.

3. Teknik scarification. Teknik ini menggunakan suatu bahan kimia untuk menghilangkan lapisan kulit bagian atas, biasanya larutan yang digunakan adalah larutan asam dan menimbulkan bekas.

4. Cryosurgery atau cryotherapy. Prosedur ini dengan cara membakar kulit bertato dan mendinginkannya dengan nitrogen cair, cara ini umumnya digunakan untuk menghilangkan kutil atau luka pada kulit tubuh.

5. Teknik laser. Teknik ini paling sering digunakan dalam beberapa tahun terakhir. Menggunakan kontras sinar cahaya antara warna kulit dan tinta, secara terus menerus sinar tersebut akan memecah partikel tinta dan partikel yang kecil akan terserap ke tubuh.

“Sampai saat ini teknik penghapusan tato dengan menggunakan laser merupakan cara yang paling baik dibandingkan dengan metode lainnya,” ujar Paul Jarrod Frank, MD, direktur dari Dermatology Surgery and Laser Center di New York.

Meskipun saat ini banyak dijual berbagai macam krim yang mengklaim bisa menghapus dan memudarkan tato, tapi badan pengawas obat dan makanan Amerika tidak menyarankan masyarakat untuk menggunakannya. “Bahan kimia yang terkandung di dalam krim tersebut sangat aktif, sehingga bisa menyebabkan iritasi dan mengikis kulit,” ujar Frank.

Berbagai metode untuk menghilangkan tato sangat rentan memicu alergi atau iritasi di kulit serta meninggalkan bekas luka, terutama pada orang yang memiliki sensitifitas sangat tinggi. Untuk itu sebaiknya pikirkan dengan matang apakah Anda memang benar-benar menginginkan tato atau tidak, agar tidak menyesal nantinya.

Sumber:sekarangsaja

Selengkapnya...

Hal-hal di Sekitar Rumah yang Berbahaya bagi Si Kecil

19.33 Diposting oleh Smart Women

Manusia sangat ringkih. Meski Anda sudah berusaha sekuat tenaga untuk melindungi si kecil, nyatanya masih ada saja yang bisa membuat si kecil terluka. Tetapi tak pernah ada salahnya untuk berusaha sebaik mungkin untuk melindunginya. Berikut adalah beberapa tips untuk memperhatikan apakah hal-hal berikut ini sudah aman untuk si kecil.

1. Lantai
Anda mungkin merasa lantai tempatnya merangkak sudah aman dan bersih. Namun Anda tak akan pernah tahu hingga benar-benar melihat lantai dari cara pandangnya.

Karenanya, sesekali cobalah merangkak dan berlaku seperti si kecil. Susan Baril, salah satu pendiri perusahaan penyedia layanan untuk pengamanan anak-anak, Safe Beginnings, mengatakan bahwa Anda tak bisa 100 persen yakin sudah membersihkan rumah. Dengan merangkak seperti si kecil, Anda bisa melihat dan menemukan barang-barang yang bisa jadi berbahaya untuk si kecil. Misal, klip kertas yang menyempil di bawah lemari, tali tirai yang menggelayut, serpihan kayu yang bisa menusuk kulit, kabel listrik yang terkelupas, atau bagian jahitan karpet yang tajam.

2. Pagar pengaman
Saat ini sudah ada beberapa alat pengaman untuk anak dipasang pada kedua ujung tangga. Seharusnya pagar pengaman semacam ini mampu menghadang si bayi yang merangkak supaya tidak bermain di area anak tangga. Sayangnya, ada beberapa model pagar pengaman yang tidak mampu menahan si kecil, apalagi jika si kecil adalah tipe pendobrak. Disarankan untuk menggunakan pagar yang dipasangkan pada dinding.

3. Daerah teras
Ada sebagian rumah yang mengoptimalkan area kecil di depan rumahnya untuk sebagai area taman, kolam, atau area tanam yang diberikan bebatuan. Jika suatu waktu si kecil berhasil keluar dari pintu, wilayah tersebut bisa jadi lokasi yang rawan untuknya. Akan lebih baik jika di bagian teras dibuatkan pagar untuk mencegahnya berlari ke arah bebatuan atau tanaman.

4. Televisi
Menurut lembaga Center of Injury Research and Policy di Amerika, lebih dari 15.000 anak terluka akibat kejatuhan furnitur di rumahnya. Kebanyakan kecelakaan ini adalah akibat kejatuhan televisi. Apalagi saat ini sedang tren televisi layar datar yang tipis, sehingga dengan amat mudah bisa terjatuh jika ditarik anak-anak. Anda tak pernah tahu kapan bisa terjadi kecelakaan, karena itu ada baiknya pastikan bahwa set televisi dan perangkatnya berada dalam posisi aman dan tidak mudah terjangkau si kecil.

5. Si Meong
Si kucing yang berkeliaran di rumah tidak terlalu mau tahu apa yang ia injak. Jika si kecil tidur di lantai beralaskan selimut atau di atas tempat tidur yang bisa dinaiki si kucing, si kecil bisa tak sengaja terinjak si kucing. Umumnya, kucing menyukai tempat yang hangat. Sementara tubuh si kecil cukup hangat, bisa jadi si kucing tidur sambil menempelkan tubuhnya pada tubuh si kecil. Akan berbahaya jika bulu si kucing terhirup si kecil atau kotoran pada kaki si kucing berpindah kepada si kecil.

6. Anda
Anak-anak senang mengikuti orangtuanya. Maka dari itu, jangan sampai si kecil melihat Anda membuka pintu gerbang, karena ia bisa belajar cara membukanya. Jika ia melihat Anda melompati pagar, mereka bisa mencoba untuk melakukan hal yang sama. Terlebih lagi, sebuah rumah yang sudah terlindungi dan diberikan pengaman di setiap sudutnya bukanlah baby-sitter (pengasuh). Pengawasan total dan terus-menerus adalah cara terbaik untuk mencegah terjadinya kecelakaan pada anak.

Sumber: sekarangsaja

Selengkapnya...

Anak Berkarier Sebagai Model, Baikkah?

19.28 Diposting oleh Smart Women

Menurut laporan Wall Street Journal, saat ini semakin banyak anak-anak yang berkarier ke dunia modeling. Jika Anda perhatikan, semakin banyak orangtua yang berlomba-lomba membuat anaknya terkenal lewat media televisi atau modeling. Tak heran, saat ini makin berjamur sekolah atau kursus-kursus modeling untuk anak. Tetapi, apakah hal ini baik untuk si kecil?

Namun, semakin banyaknya anak yang terjun ke dunia modeling, makin ketat pula dunia persaingan mereka. Tak ayal, ini pun banyak membuat anak-anak mengalami penolakan sejak usia dini. Meski anak-anak terbiasa mengalami penolakan dalam hal-hal yang umum, seperti tidak diajak bermain saat permainan berkelompok, atau ketika ibu guru tidak memilihnya untuk unjuk bakat di depan kelas, namun ketika penolakan itu terjadi berdasarkan penilaian penampilan, masalahnya menjadi lebih rumit.

Psikolog saraf dan klinis, Syd Brown, PhD, dari Bethesda, MD, AS, mengatakan, “Anak-anak yang masih kecil tak begitu memahami konsep sebenarnya yang terjadi di balik aktivitas mereka saat berupaya menjadi model. Mereka tak paham, bahwa jika bentuk tubuh mereka tumbuh di luar keinginan dunia modeling, besar kemungkinan mereka tak lagi mendapatkan kesempatan berkarya.”

Masing-masing orangtua memiliki motivasi berbeda dalam hal ini. Ada yang memang ingin anaknya berprestasi dan terkenal, sekaligus memiliki pengalaman yang banyak. Tak sedikit yang ingin mereguk keuntungan lewat potensi si kecil. Sebagian orangtua lainnya menganggap bahwa usia 18 tahun adalah usia yang sepantasnya ketika anak yang hobi berdandan ingin mulai tampil di muka umum. Sementara lainnya mengatakan, jika memang bertujuan untuk mengajarkan si kecil mengenai dunia seni, lebih baik memasukkannya ke kursus sandiwara atau tari.

Bagaimana menurut Anda? Apakah memberikan pengalaman ditolak dalam pekerjaan berdasarkan penampilan adalah cara terbaik untuk anak-anak belajar menghadapi penolakan? Apakah Anda memiliki anak yang berprofesi sebagai model?

Sumber: sekarangsaja

Selengkapnya...

Agar Kosmetika Tak Cepat Rusak

19.26 Diposting oleh Smart Women

SEPERTI makanan, makeup atau kosmetika memiliki masa kedaluwarsa. Untuk bisa dimanfaatkan secara maksimal, makeup perlu dijaga dan Anda harus tahu kapan waktunya untuk mengucapkan selamat tinggal padanya. Berikut saran dari Maria Verel, penata rias yang sering menangani selebiritis Hollywood papan atas, seperti Diane Sawyer, Nora Ephron, bahkan Hillary Clinton.

Perhatikan tempat penyimpanannya
Sebaiknya simpan makeup di tempat yang kering dan sejuk. Jangan pernah menyimpan kosmetika di rak dalam kamar mandi yang lembab.

Umumnya, untuk mempertahankan bentuk dan kekentalan/kepadatannya, makeup diperkaya dengan zat tertentu, karenanya, jika terkena udara lembap atau panas, zat tersebut bisa meleleh. Jangan pula membawa makeup dalam tas yang Anda tahu akan berada dalam suhu panas, misal ditinggal dalam mobil atau dibawa ke pantai. Jika zat tersebut sempat meleleh, ia bisa kehilangan konsistensinya, termasuk fungsinya.

Jaga kebersihannya
Bahkan alat rias termahal pun bisa rusak jika dalam keadaan kotor. Idealnya, kuas sintetis dibersihkan setiap dua hari sekali. Cara yang dilakukan Verel adalah membersihkannya dengan cairan penghapus makeup mata atau dicuci dengan sabun pencuci wajah. Jika Anda sering menggunakan satu kuas yang sama untuk warna berbeda, amat disarankan untuk mencucinya sebelum digunakan lagi, karena bisa memunculkan warna yang tak diinginkan jika warna sebelumnya masih menempel. Sementara, jika Anda memiliki kuas dengan bulu alami, Anda cukup mencucinya sekali sebulan, tentu disesuaikan pula dengan tingkat intensitas pemakaiannya. Untuk membersihkannya, bisa menggunakan shampo khusus bayi, lalu dibilas dengan air hangat yang mengalir, kemudian celupkan ke dalam larutan alkohol dan air. Lap dengan kain/handuk bersih, dan biarkan mengering alami.

Pertahankan
Untuk alat-alat makeup tertentu, seperti serutan untuk lipstik pensil atau pensil mata, akan lebih tahan lama jika yang diserut dalam keadaan cukup keras dan tidak lembek. Maka, ketika Anda sudah mulai melihat pensil alis atau lipstik pensil lembek, coba masukkan ke dalam lemari pendingin selama setengah jam sebelum diserut.

Ucapkan selamat tinggal
Cara termudah untuk mengetahui apakah produk masih baik atau tidak adalah dengan mencoba membauinya. Jika mulai tercium bau yang asing, entah itu pada lipstik atau produk krim, sebaiknya segera dibuang. Begitupun dengan pewarna kuku yang berbau tajam, atau foundation yang tidak mengental meski sudah dikocok. Agar terhindar dari masalah di sekitar mata, disarankan untuk selalu membuang maskara setelah 3 bulan sejak pertama kali dibuka.

Sumber:sekarangsaja

Selengkapnya...

Makeup yang Camera-Friendly

19.23 Diposting oleh Smart Women

YANG dimaksud dengan terlihat cantik di foto sebenarnya adalah wajah yang mampu menonjolkan struktur tulang. Wajah yang lebih bersiku secara alami akan terlihat lebih fotogenik karena tulang pipi yang tinggi dan rahang yang bersudut membuat wajah terlihat lebih tiga dimensi dalam foto. Untungnya, tak peduli bagaimana bentuk wajah Anda, Anda bisa mengakali dagu bertumpuk, tone kulit yang tidak seimbang, atau kantong mata, dengan mengaplikasikan makeup yang tepat. Ini yang perlu Anda lakukan:

1. Pilih matte foundation untuk menciptakan kulit yang sempurna. Wajah yang lembap dan eye shadow yang mengilap memang terlihat menawan dalam cahaya yang natural, namun seringkali membuat rona wajah tidak terlihat seimbang di bawah lampu kamera yang tajam.

2. Sapukan bronzer di sepanjang garis rahang Anda untuk menonjolkan dagu dan struktur tulang yang alami. Dengan demikian, dagu tak terlihat bertumpuk lagi.

3. Berikan highlight pada tulang pipi dengan blush on untuk menciptakan ilusi sudut-sudut dan kesan sedikit cekung pada pipi.

4. Gunakan makeup mata yang gelap untuk menyembunyikan kelopak mata, sehingga membuat mata terlihat lebih besar. Ciptakan kedalaman dengan memberi batas pada mata dengan eyeliner warna coklat tua atau hitam. Tambahkan juga maskara untuk membuat kedua mata makin menonjol.

5. Tuntaskan penampilan Anda dengan lipstik merah untuk membuat senyum Anda makin berkilau.

Sumber:sekarangsaja

Selengkapnya...